Ketik di sini dan Temukan artikel/produk lainnya

Sabtu, 11 Juni 2016

Tetaplah Belajar, Meskipun Lelah

Semua orang, pasti pernah belajar. Menjalani proses kegiatan belajar mengajar untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat guna dipergunakan untuk kehidupan di masa depan.

Ilmu adalah cahaya, penerang gulita kehidupan di belantara dunia. Ilmu adalah pembeda, pemisah antara yang haq dengan batil. Ilmu itu GPS, peta perjalanan menuju surgaNya Allah. Tanpa ilmu, apakah kita?

Karena, ilmu itu sangatlah penting bagi setiap insan yang menapaki jalanan kehidupan. Jika tak berpegang pada pedoman keilmuan, bisa jadi seorang pengembara kehidupan akan tersesat dalam perjalanannya.

Entah tujuan belajar adalah untuk mendapatkan sesuatu di dunia ataupun di akhirat, semuanya harus dengan ilmu. Apapun yang diinginkan, tanpa terkecuali.

Imam Syafi’i pernah berkata, “Man arooda dunyaa fa alaihi bil ilmi, waman arodal akhirota faalaihi bil ilmi. Waman aroodahumaa faalaihi bil ilmi."

"Barangsiapa yang menginginkan dunia, maka harus dengan ilmu. Barangsiapa yang menginginkan akhirat, maka ia harus dengan ilmu pula. Dan barangsiapa yang menginginkan keduanya, maka juga harus dengan ilmu.

Itulah pentingnya ilmu.

Ketika menuntut ilmu anda akan menemui banyak kesulitan, maka bersabarlah dan janganlah berputus asa ketika mendapati pelajaran yang sulit atau engkau merasa bosan karena banyaknya ilmu yang harus anda pelajari.

Maka, meskipun dirimu merasa lelah dalam menuntut ilmu, janganlah berhenti. Tetaplah langkahkan kakimu meraih ilmu sebanyak-banyaknya.

Dan perlu diingat, apa yang akan didapatkan dari lelahnya belajar sangatlah besar.

Dan ketika masa-masa belajar telah berlalu, semangat pun sudah mulai meredup, tinggallah hanya penyesalan yang akan hadir menemani. Itulah mengapa, penyesalan selalu datang di saat-saat terakhir.

Hilangkanlah perasaan putus asa dan juga rasa bosan yang mendera ketika menuntut ilmu. Mengapa orang-orang yang menuntut ilmu mereka bisa berhasil dan sukses? semua itu tergantung pada seberapa kerasnya kita berusaha.

Imam Syafi’i pernah menegaskan hal ini juga dalam perkataannya, “Bila kamu belum merasakan pahitnya belajar meski hanya sebentar, maka kamu akan menanggung perihnya kebodohan sepanjang hidupmu.

Dan perlu diingat, belajar tak hanya di dalam kelas; duduk di bangku mendengarkan penjelasan dari guru. Namun, banyak sekali yang bisa kita pelajari dari semua hal yang kita hadapi dalam kehidupan ini.

Setiap hal yang dilalui manusia adalah lahan untuk belajar.

Kegembiraan adalah pembelajaran. Keberhasilan juga adalah pembelajaran. Kesulitan menghadapi rintangan-rintangan hidup juga adalah pembelajaran, yang bisa menguatkan kaki kita untuk melanjutkan langkah-langkah kehidupan.

Bukankah Islam mengajarkan kepada kita, “Tuntutlah ilmu dari ayunan sampai liang lahat?

Maka, Teruslah menjadi pembelajar!

Semoga kita semua bisa terus menjadi pembelajar, mengamalkannya, dan mengajarkan kebaikan kepada orang-orang di sekitar kita.
Bila kamu belum merasakan pahitnya belajar meski hanya sebentar, maka kamu akan menanggung perihnya kebodohan sepanjang hidupmu
Sumber: Islampos, Sarungpreneur

Post Comment

0 komentar

click to leave a comment!

 
+ Follow
Join on this site

with Google Friend Connect